Mitra Tirta Indonesia

Mitra Tirta Indonesia
 

Sejarah hubungan antara Belanda dan perusahaan – perusahaan penyedia air di Indonesia telah lama terjalin. Secara umum, hubungan yang terbentuk antara kedua negara hanya dalam batas pertukaran teknologi dan informasi.
Dalam hubungannya tersebut, perusahaan penyedia air Belanda-lah yang mempunyai inisiatif untuk memberikan bantuan dalam manajemen dan mentransfer teknologi untuk partnernya di Indonesia.

Bentuk kerjasama ini yang pada akhirnya disebut Twinning Program.Pada akhir tahun 1990, pasar dunia dibidang penyedia air telah berubah dengan cepat. Perusahaan - perusahaan Inggris dan Perancis mendominasi proses tender dari manajemen penyediaan air di seluruh dunia, termasuk di Jakarta. Setelah 10 tahun berkerjasama dalam Twinning, pihak Belanda mencoba untuk mengevaluasi realisasi dari Twinning Program, dan hasilnya adalah keputusan untuk melakukan perubahan filosofi dari Twinning Program, yang lebih diarahkan kepada hubungan yang bersifat bisnis. Dalam wacana yang baru ini, ada tiga alternatif bidang kerjasama yang bisa dikerjakan didalam industri penyediaan air, yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan selama dasawarsa yang akan datang, yaitu :
  • Pertukaran teknologi dan pengetahuan dari para engineering, operasional dan yang utama infrastruktur keselamatan penyediaan air.
  • Bantuan dana untuk investasi.
  • Partisipasi pihak swasta dalam meningkatkan  perusahaan-perusahaan  penyedia air.
 

 Dana adalah permasalahan dasar yang harus dihadapi oleh pemerintahan dibeberapa negara dalam meningkatkan sistem penyediaan air. Tingginya suku bunga dan inflasi membuat kesulitan di banyak negara untuk menemukan partner yang siap berinvestasi.

Kondisi yang sulit ini dijadikan alasan yang kuat bagi perusahaan penyedia air di Belanda untuk mendirikan Water Fonds Indonesie, BV. (WFI). WFI adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk meningkatkan perusahaan-perusahaan penyedia air di Indonesia. Bantuan mereka dengan dukungan dana dan penerapan prinsip-prinsip dari ”No Profit No Loss”. Untuk menjamin kelancaran dan kepastian dari operasi mereka, WFI melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal, yang disebut PT. Mitra Tirta Indonesia (MTI) pada tanggal 28 juni 2001.